"Anak siapa itu?"Tanya Ayah padaku tatapan tajam itu mampu membuatku merinding
"Siapa ayah dari bayi itu Ella?" kali ini suara itu berasal dari ibu. Belum pernah aku mendengar nada bicara ibu yang seperti ini, sangat dingin dan menyeramkan.
Namaku Ella Davina seorang gadis remaja 19 tahun yang sedang hamil karena pergaulan bebas. Saat ini aku sedang berada di ruang keluarga bersama ayah dan ibu yang duduk di depanku dengan tatapan mengitimidasi.
"Ella jawab itu anak siapa?''tanya ibu lagi.
"A...anaknya Gavin Bun"ucapku pelan. Aku masih belum mempunyai nyali untuk menatap kedua orang tua.
"Gavin pacar kamu?" tanya ayah padaku
"iya yah.."
"ELLA!!!" aku tersentak kaget karna ayah meneriaki ku, untuk pertama kalinya ayah berteriak padaku.
"sabar yah...udah berapa lama El?" tanya ibu sambil berusaha untuk menenangkan Ayah.
"3 minggu bun" aku dapat melihat sorot kecewa dari mata kedua orang tua
"Besok ikut ayah ke rumahnya Gavin untuk minta pertanggung jawabannya"
"Tapi yah Ella masih umur 19 tahun dan ella juga siswi kelas 3 SMA"
"Terus kamu mau apa?"
"Gugurin anak ini" ucapku spontan
"Ella!!!! jaga omongan kamu! anak yang ada di rahim kamu itu gak berdosa itu adalah hasil dari perbuatan kamu! kamu harus belajar bertanggung jawab dengan segala perbuatanmu.
Ingat Berani berbuat maka berani bertanggung jawab" ucap ayah tegas.
Aku beranjak pergi menuju kamarku yang bisa kulakukan saat ini hanyalah menangis. Aku mendengar suara ketukan di pintu ternyata itu adalah ibu.
"Ella"panggil ibu tidak ada nada marah di suara ibu.
"iya bun?"
"Ella gak boleh ngomong kayak tadi...Anak itu merupakan hadiah dari Tuhan, berkah dari Tuhan...saat Tuhan menitipkan karunianya pada kita itu artinya Tuhan percaya bahwa kita pantas untuk menjaga anak yang dikarunianya dengan sepenuh hati"
"tapi Ella belum siap"
"Terus kenapa dilakuin? kalo Ella belum siap menjadi seorang ibu seharusnya Ella gak ngelakuin hal tercela itu..Ella harus menyadari resiko dari perbuataan Ella"
"Iya bunda...Ella nyesal"
"Bagus kalo ada penyesalan dalam diri Ella tapi yang penting sekarang Ella harus menjalani hidup Ella dengan lapang dada." nasehat itu menydarkanku bahwa segala perbuatan mempunyai konsekuensi masing masing.
***
Besoknya kami sekeluarga pergi ke rumah Gavin dan meminta pertanggung jawaban. Awalnya Gavin terkejut atas kehamilanku karna sudah seminggu aku menghindar dari gavin, namun Gavin mau bertanggung jawab atas perbuatanya. Aku dan Gavin harus berhenti dari sekolah dan menikah di usia dini. Gavin berusaha mencari pekerjaan dan aku mulai belajar untuk menjahit.
Ingatlah tidak ada salahnya kita bergaul dengan banyak orang, namun bijaklah dalam memilih pergaulan yang baik.
NB:
DAMPAK DARI PERNIKAHAN DINI
1. Pasangan muda yang menikah dini tidak tahu bagaimana memikul tanggung jawab. Mereka masih muda dalam berpikir dan masih harus banyak belajar tentang pernikahan.
2. Saat remaja menikah dini pada usia belia, masa muda mereka terganggu. Mereka tidak dapat lagi menikmati kebebasan karena sudah terikat dalam pernikahan dan tanggung jawab baru.
3. Kehamilan yang terlalu awal bisa mempengaruhi kehidupan seorang gadis remaja. Gadis usia remaja umumnya belum bisa menjalani tekanan melahirkan dan mengasuh anak. Ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik tapi juga emosionalnya. Untuk merawat anak juga sulit karena dia sendiri masih tergolong anak-anak.
4. Menyesuaikan perasaan itu sulit saat dua remaja menjalani kehidupan pernikahan dini. Masing-masing tidak dapat menyesuaikan diri dengan pasangan dengan mudah. Itulah sebabnya pernikahan dini rentan berakhir dengan perceraian.
5. Ketika menikah di usia dini kebutuhan individu tidak terpenuhi. Pengantin atau calon pengantinpria masih ingin belajar dan sukses dalam banyak hal. Namun itu semua terhambat karena mereka terikat dalam pernikahan, dalam tanggung jawab, dan juga karena masalah keuangan. Hal ini juga akan mengakibatkan kesulitan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan karena latar belakang pendidikan yang kurang memadai.
*Makasih udah baca..jangan lupa tinggalkan jejak..bukan jejak kaki loh we tapi maksudnya komen gitu biar aku tau kalo kalian mampir....byebye:)
Keren ππ
BalasHapusBagus dek ku π
BalasHapusKerenn indahhhh✨
BalasHapusMantap Lira.... Tingkatkan..π€©π€©ππ
BalasHapusGas kan lir
BalasHapusSip chi
HapusWahhhh adekk indah pintar ya, terhura akuπππππ, adekku dulu kau skali2 ahπ
BalasHapusIyain lah biar senang kau nes:)
HapusBagussπ
BalasHapusWessss seorang penulis cerpen
BalasHapusMantap
Bagus banget liraaπ
BalasHapusKerenn lirrπ
BalasHapusYeee... odung kami su dewasa, I like this hasian.
BalasHapusMiss you there...
Tapi ada 1 saran ante buat mu roa roa. Tulisannya rata kiri rata kanan aja. Format tulisannya disesuaikan biar indah tulisan mu kayak namamu. π
BalasHapusGood job. Lanjutkan..
BalasHapusMakasih Sir.
HapusBagus kak Indah
BalasHapusMantaf, lanjutkan π
BalasHapusMantap Lirr
BalasHapusTingkatkan bebπ
π
BalasHapusπ bagus kakakkkk
BalasHapusπ bagus kakakkkk
BalasHapusMantap cerpen muπ
BalasHapusTeruskan
Good♥️
BalasHapusMantap emakcuu
BalasHapus